# Catatan Diskusi Bisnis Okosan (Kedai Jepang Hidden Gem) Canonical source: https://rangkum.rakhaviantoni.com/share/e09adb85575b110aa0f410b7a407d4517989 Published: 2026-07-28T01:59:02.643314+00:00 Updated: 2026-07-28T03:23:49.494422+00:00 Duration: 54:40 Generated and shared with Rangkum. ## Intinya Diskusi mendalam tentang operasional dan tantangan bisnis Kokosan, sebuah kedai Jepang kecil di gang yang mengusung konsep hidden gem. Pemilik menceritakan perjalanan dari Tokomi (bami) hingga beralih ke Jepang karena minimnya pengetahuan dasar masakan Jepang, hanya mengandalkan Oyakodon yang biasa dimasak di rumah. Bisnis dijalankan sendiri bersama istri dan satu karyawan, dengan jam buka terbatas (awal 16.30-20.30, kini 12.00-21.00) untuk menjaga kualitas. Fokus utama adalah pemasaran melalui barter dengan kreator TikTok/Instagram yang terbukti efektif tanpa biaya iklan, namun membawa lonjakan permintaan yang sulit dihandle. Perjuangan utama ada pada sistem pencatatan stok dan biaya operasional (OPEX) yang masih manual, sering terjadi waste karena kelelahan dan kurangnya pengingat, serta kesulitan mencari dan mempertahankan karyawan yang jujur dan kompeten untuk ekspansi. Margin kotor rata-rata 60% dengan target 70%, dicapai dengan menaikkan harga dan mengganti peralatan menjadi lebih premium. Rencana ke depan adalah memaksimalkan tempat saat ini, mungkin menambah produk baru (bubur ayam atau sinar pagi) di jam pagi, namun terkendala sistem dan sumber daya manusia. ## Peserta / pembicara - Pemilik Kokosan (pembicara utama) - Pewawancara (rekan diskusi) ## Poin penting - Bisnis hidden gem Jepang di gang, buka 12-21 (weekday) dan 16-21 (weekend), Sabtu tutup. - Modal awal minim, resep Oyakodon dari rumah, belajar sambil jalan. - Pemasaran hanya via barter kreator TikTok/IG, biaya per kreator ~Rp50-100rb (makanan), tanpa ads. - Margin awal 60%, dinaikkan jadi 70% dengan upgrade piring premium dan naik harga Rp2-3rb. - Stok ayam untuk katsu: beli 12kg, bikin stok frozen, keluarkan 20 piece per hari (bisa lebih rame). - Waste terjadi karena tidak ada sistem pencatatan atau pengingat (misal ayam basi, telur pecah). - Pencatatan masih manual: OPEX, COGS, sales per channel (Grab, GoFood, Shopee, Dine-in) ditulis di sheet. - Dine-in paling profit karena tanpa potongan komisi (hanya MDR QRIS 0,7% via GoKasir). - Tantangan terbesar: mencari karyawan yang bisa dipercaya dan punya sense of ownership. - Belum menemukan formula sistem yang pas untuk ekspansi, lebih memilih buka produk baru yang bisa dihandle sendiri. - Rencana ekspansi: mungkin bubur ayam atau sinar pagi di jam pagi, tapi masih mapping. - Konsep hidden gem akan dipertahankan karena unik dan sesuai target market kantoran sekitar. ## Keputusan - Tidak menggunakan iklan berbayar, fokus pada barter dengan kreator foodies. - Memperpanjang jam buka dari 16.30-20.30 menjadi 12.00-21.00 untuk memaksimalkan tempat. - Menaikkan margin dengan mengganti piring melamin ke alat premium dan menaikkan harga Rp2-3rb. - Menggunakan GoKasir untuk QRIS (potongan 0,7%) dan memisahkan pencatatan per channel. - Tutup di hari Sabtu untuk istirahat dan mengurus keluarga. - Belum akan buka cabang sampai sistem dan sumber daya manusia matang. - Produk baru (bubur ayam/sinar pagi) dijam pagi masih dalam tahap mapping, tidak dipaksakan sekarang. ## Tindak lanjut - Membuat sistem pengingat stok di freezer agar tidak ada bahan basi (misal stiker tanggal). — Pemilik - Melakukan penimbangan bahan baku (nasi, ayam) untuk konsistensi porsi dan mengurangi loss. — Pemilik - Mencatat setiap pengeluaran harian (belanja sayur, dll) agar tidak ada unbalance di OPEX. — Pemilik & Karyawan - Setiap hari mengecek dashboard Kasir Pintar untuk melihat tren penjualan dan stok. — Pemilik - Mencari dan menghubungi kreator baru secara rutin (save video, cek views, lalu reach out). — Pemilik - Buat format COGS yang disesuaikan (contoh dari YY Group) dan hitung margin per produk. — Pemilik - Evaluasi apakah akan mengintegrasikan inventory dengan POS Kasir Pintar (plugin stok). — Pemilik - Mapping lokasi potensial untuk ekspansi dengan karakter hidden gem dan akses parkir. — Pemilik - Cari supplier ayam langsung (agen) untuk harga lebih murah dibanding Fortuna. — Pemilik - Buat jadwal libur dan shift untuk karyawan agar tidak kelelahan. — Pemilik ## Pertanyaan terbuka - Bagaimana cara menghitung margin of error secara akurat tanpa menimbang setiap porsi? - Apakah akan mengadopsi sistem inventory otomatis dari Kasir Pintar atau tetap manual? - Kapan waktu yang tepat untuk buka cabang? Apa indikatornya? - Bagaimana menemukan dan mempertahankan karyawan yang bisa dipercaya dan punya sense of ownership? - Produk baru apa yang paling cocok di jam pagi (bubur ayam atau sinar pagi)? Apakah marginnya sehat? - Apakah perlu mengubah konsep menjadi full-time (12 jam) atau tetap jam terbatas untuk menjaga eksklusivitas? - Bagaimana mengatasi kelelahan fisik pemilik yang harus mengontrol semua aspek? - Apakah akan menggandeng investor atau tetap bootstrap untuk ekspansi? ## Risiko dan hambatan - Ketergantungan pada kreator untuk marketing; jika tren berubah, penjualan bisa turun drastis. - Kelelahan pemilik menyebabkan kelalaian pencatatan dan waste bahan baku. - Kesulitan menjaga kualitas rasa dan pelayanan jika pemilik tidak hadir. - Margin tipis kanibal oleh biaya packaging dan komisi jika takeaway/grab meningkat. - Ekspansi tanpa sistem dan orang kepercayaan berpotensi gagal seperti pengalaman Bami sebelumnya. - Lokasi gang rawan banjir atau masalah parkir di weekend (kantor tutup). - Kenaikan harga bahan baku (ayam, telur) bisa menggerus margin. - Risiko reputasi jika ada kreator yang memberikan review negatif. ## Fakta, tanggal, dan angka - Margin kotor awal 60%, sekarang rata-rata 70% setelah upgrade peralatan. - Katsu ayam: 1 thinwall berisi 20 piece, bisa habis 1 thinwall per hari (20+ porsi). - Bahan baku ayam: beli 12kg sekaligus, dibuat stok frozen untuk beberapa hari. - Biaya marketing barter per kreator: sekitar Rp50.000 (makanan 2 main, 2 minum, 1 dessert, 1 side). - Jam operasional: Senin-Jumat 12.00-21.00, Sabtu tutup, Minggu 16.30-20.30. - Biaya sewa tempat tidak disebut, namun dibayar bulanan. - MDR QRIS GoKasir: 0,7% dari total penjualan dine-in. - Harga katsu naik Rp2.000-3.000 setelah ganti piring premium (melamin ke keramik). - Pernah mengalami waiting list setelah satu kreator FYP, penjualan melonjak drastis. - Pencatatan harian dilakukan manual di sheet terpisah untuk Grab, GoFood, Shopee, Dine-in, dan cash. - Kehilangan (loss) akibat lupa bahan di chiller terjadi beberapa kali (ayam, telur). - Target ke depan: net profit yang cukup untuk ekspansi, mungkin buka produk F&B baru. ## Kutipan penting - "Gue pengennya tuh plannya tuh longlast lah gitu, kalau misalnya dipegang karyawan, kita tahu sendiri lah..." — Pemilik menjelaskan keinginan membangun warisan bisnis (tongles) dan ragu jika sepenuhnya dipegang karyawan. - "Saya kalau bikin bami di rumah, masih kayak begini. Jadi nggak ada angle mana-mana. Bingung gue jadinya." — Kesulitan menentukan arah rasa bami (Chinese/Peranakan/Jawa) saat memulai bisnis awal. - "Kalau misalnya dipegang karyawan, kita tahu sendiri lah... hospitality nya juga harus dijaga." — Alasan pemilik lebih memilih hadir langsung di dapur untuk menjaga kualitas dan interaksi dengan pelanggan. - "Paling 50 ribu plus-plus lah... dan itu hitungannya cost kan, berarti marketing costnya per kreator cuma 50 ribu-an." — Menjelaskan biaya murah barter dengan kreator sebagai strategi marketing utama. - "Saya bukan orang finance, saya bukan orang sistem yang angka banget, malah gue benci banget sama angka." — Pemilik mengakui kelemahan dalam aspek keuangan dan sistem, berlatar belakang desain. - "Gue selalu ngeluh sama istri gue, aduh, segembelan lagi apa yang belum gue catet deh, apa yang lupa ya." — Menggambarkan frustrasi karena pencatatan masih manual dan sering terlewat. ## Topik pembahasan - Latar Belakang dan Konsep Bisnis: Pemilik memulai dari Tokomi (bami) lalu beralih ke Japanese food karena minim modal dan pengetahuan, hanya mengandalkan Oyakodon rumahan. Konsep hidden gem di gang dipilih karena tren konten 'hidden gem' dan minim saingan. Bisnis dijalankan sendiri bersama istri, dengan jam buka terbatas untuk menjaga kualitas. - Operasional dan Tantangan Stok: Stok ayam dibeli 12kg, dibuat stok frozen. Setiap hari dikeluarkan 20 piece katsu. Waste sering terjadi karena tidak ada sistem pengingat (ayam basi, telur pecah). Pemilik melakukan kontrol harian tetapi kelelahan menyebabkan kelalaian. Pencatatan COGS masih manual, margin error tidak dihitung secara presisi. - Strategi Pemasaran: 100% fokus pada barter dengan kreator TikTok/IG. Pemilik mencari kreator foodies secara manual (save video, cek views, reach out via WA). Biaya per kreator hanya sekitar Rp50rb (makanan). Tidak menggunakan iklan berbayar. Lonjakan penjualan saat kreator FYP menyebabkan waiting list. - Sistem Keuangan dan Pencatatan: Menggunakan Kasir Pintar sebagai POS untuk orderan. Pencatatan penjualan per channel (Grab, GoFood, Shopee, Dine-in) dilakukan manual di sheet. OPEX dan PNL juga manual. Margin kotor target 70%, saat ini rata-rata 60-70%. Dine-in paling profit karena tanpa potongan komisi (hanya MDR QRIS 0,7%). - Rencana Ekspansi dan Kendala SDM: Pemilik ingin membuka cabang atau produk baru (bubur ayam/sinar pagi) tetapi terkendala sistem yang belum matang dan sulitnya mencari karyawan jujur dengan sense of ownership. Lebih memilih bertahap dan memaksimalkan tempat saat ini sebelum berekspansi. ## Kata kunci Kokosan, hidden gem, Japanese food, Oyakodon, katsu, TikTok creator, barter marketing, COGS, margin 70%, waste management, inventory manual, Kasir Pintar, GoKasir, UMKM, ekspansi ## Transkrip [0:00] Hai Dine FB disini cuma kokosan sama ujung ayam penyet apa lagi yang sana ujung sana iya sih [0:07] gue tadi lewat situ gitu ujungnya iya lah yang mana belokan belokan dari gang iya ada [0:14] penyet tapi tapi ramai sih orang-orang karyawan yang disini nih karyawan mana sih tadi cukup [0:21] banyak karyawan tadi sebenernya ada saudaranya istri, dia kantor di Satrio [0:29] emang bilang mau makan, bawa temen-temennya lah gitu terus tadi sebelah ada PT. [0:33] Fala, disini ada Jaiko, ada Bluebird so far baru si PT. [0:40] Fala sama, Jaiko sih paling setting biasanya kan dealer tuh showroom depannya tapi tuh ga ada ini ya gitu ya? [0:45] ga ada gojek ya? [0:48] ada sih, cuma kalau misalnya lagi rame, gue udah kasih tutup karena ngeri gak kaya handle gitu karena [0:55] ya itu, gue cuma berdua ya masak sama istri sama karyawan gitu kalau misalnya jumat [1:02] sama minggu kan sama istri tuh berdua, kalau senen sama kami sama karyawan jadi kalau yang bukannya lama, gue sama karyawan, kalau yang [1:09] bukannya sebentar tuh jam 4-9 sama istri itu cuma jumat sama minggu oh kalau weekend jam 4-9 doang jam 4-9 doang [1:18] Hai itu jadi udah ngerjain [1:25] sama sekali nomor masukku outside ini aset bisnis ini Iya maksudnya Emang udah ngantoran karena udah ngantoran [1:32] dia konsernya sebenarnya nggak boleh dilepas mas Hai soalnya yang baru aja aja udah karena [1:43] emang gak itu sih mas, gak berada di lepas lah karena pengalaman bisnis sebelumnya yang Bami full karyawan ternyata gak bisa ya terus [1:51] ngeliat beberapa bisnis lain yang udah sustain ya, maksudnya udah berapa puluh tahun mereka ada gitu loh maksudnya, [1:58] mereka ada untuk minimal untuk mapping, control gitu atau enggak biasanya kasir lah, ada waktu itu Bami Al tuh di Bogor itu [2:07] ownernya kasir, jadi karyawan udah banyak nih, dia tetap kasir makanya kayaknya setelah ngobrol sama istri kan yaudahlah [2:14] saya sama istri maunya kan, bukan cuma bisnis ya, kalau bisa bikin warisan, bikin warisan gitu kan buat anak-anak sejujurnya nanti lah gitu kan, makanya [2:21] pengennya tuh plannya tuh longlast lah gitu, kalau misalnya dipegang karyawan, kita tahu sendiri lah kadang-kadang kita karyawan [2:29] juga, apa ya, kadang ada moodnya, ada manggilnya kan punya sendiri mau kamu kan udah 10 hari sendiri ya hospitality nya juga harus [2:36] dijaga kayak gitu gitu tapi kan gitu agak mungkin ya sendiri dulu pasti ada yang betul betul emang sebenarnya emang ada [2:43] moment pasti kan ada moment emang kayak misalnya akhirnya gue sama karyawan ya nih sebenarnya kalau misalnya buat ngembangin [2:51] ide sementara emang harus cari yang profesional maksudnya yang bisa masak satu kalau [2:58] yang ini kan gue helper kan emang buat bantu doang gitu kan siapin bahan-bahan, sisanya gue yang masak sama gue yang kontrol gitu kan [3:06] itu pun aja sebenernya kalo misalnya rame, gue takut outputnya gak maksimal kayak biasa itu yang gue khawatir, makanya kalo misalnya gue kan selalu [3:13] terima komplain ya, misalnya kalo ada yang kurang apa jadi itu tuh manfaatnya kalo misalnya gue hadir tuh gue bisa ngobrol gitu sama customer ya buka adanya okosan [3:20] juga sebenernya hasil obrolan dari customer-nya Tokomi sih sebenernya dulu iya, karena waktu itu pas gue jalan Tokomi [3:27] sampe malem ternyata orang Jakarta pulang kantor maunya nasi ya udah akhirnya, tapi gue gak mau pecel-pecelan maksudnya ya yang [3:34] itu yang pernah, gue pernah bilang gak sih sama lo? kayaknya makanan lokal di Indonesia itu menurut gue kurang dihargai aja pate kulit [3:41] gue jual 8000 ya iya tapi kalau bisa dipecel 8000 lo mau beli gak sih di? [3:46] padahal lebih kompleks, tempatnya lebih banyak lo buat dapet margin 70% itu susah gitu kalau misal lokal tapi gue gak mau [3:54] maka waktu itu karena tempatnya disini terpencil udah gitu konten-konten hidden gem waktu itu lagi gede banget kan, [4:01] kayaknya pas nih kalo misalnya ide jem tapi apa ya akhirnya kayaknya Japanes oke nih, gue sama istri kan sering nonton tuh di youtube youtube [4:09] kayak ada kedai Jepang yang dalam gang, kepikirannya dari situ sebenernya lucu nih kayaknya kalo misalnya, akhirnya gue lewat lewat gitu lah kayaknya bisa [4:16] nih, oh iya deh cocok tapi problemnya di menu, gue gak punya basic makanan masak Jepang, cuma Oyakodon waktu itu yang biasa [4:23] gue sering masak di rumah akhirnya Rendy ulang semua dia sendiri sama istri, [4:31] pokoknya berdua lah, itu udah partneran lah sebenernya di fashion juga, gue sama istri kan, ini juga sama [4:38] istri, tokomnya juga sama istri ngebangunnya sebelumnya dia punya namanya Tokomi Sinar Pagi, itu juga dia [4:45] cerita kalau tokominya itu juga itu mah resep gue sendiri aja kalau bikin di rumah jadi kalau waktu itu istri bikin [4:52] mie enak, tapi ya sudah buat konsum kita pribadi saja, kalau lagi mau bikin bami, bikin bami karena waktu itu pengen resign, [5:00] usaha apa yang paling cepat profit? F&B sih menurut saya kalau fashion lama kan, maksudnya nggak bakar dulu, harus stock, kayaknya nggak [5:07] deh gitu kan, makanya caranya F&B F&B itu immediate impact banget, iya, nah gue butuh monthly kan, [5:14] makanya profitnya tuh yang monthly, makanya gue butuh F&B Akhirnya karena nggak mau pusing, ya udah pake yang bami. [5:22] Tapi kalau ada orang nanya baminya, kan orang kadang-kadang juga nanya ya, baminya arahnya kemana mas? [5:26] Chinese apa? Konogiri apa Jawa? [5:29] Aduh saya nggak tahu lagi mas. Ini emang, saya kalau bikin bami di rumah, masih kayak begini. [5:33] Jadi nggak ada angle mana-mana. [5:36] Bingung gue jadinya. Iya. [5:38] Walau sebenarnya orang lebih mikirnya ke Chinese sih, ke peranakan lah kayak gitu-gitu kan. [5:41] Gue nggak tahu ya maksudnya rasanya gimana. [5:45] Iya arah-arahnya. [5:46] Tapi kan kalau misalnya bisnis restoran gini kan, yang tadi di awal ya sebelum [5:53] kita recording, ngobrolin soal menghitung dari raw material sampai jadi barang jadi, itu kan suka ada loss [6:00] counting ya? [6:01] Itu lo ngalamin kayak gitu? [6:03] Sebenernya pas dulu iya. [6:05] Waktu di Tokomi? Tokomi, karena emang bukan gue yang ngontrol, G. [6:09] Problemnya disitu sebenernya. jadi tiba-tiba kok habis, kok habis, kok habis, kan kita nggak tau ya, maksudnya kita punya sistem yaudah sistemnya seperti [6:17] ini gitu kan cuma kan ternyata ada bahan baku yang sebenarnya bisa di cheat, saya nggak langsung contohnya contohnya? [6:23] telur bisa, tapi nggak gue hitung gitu kan, tiba-tiba habis, terus kayak mie waktu dulu bisa juga kan maksudnya [6:31] yaudah bisa dibawa pulang, bisa apa, maksudnya dia olah lagi gitu kan padahal gue udah semaksimal mungkin bikin yang udah apa [6:38] ya, udah ada plug and play iya, sudah di pack lah gitu tapi tetap aja gitu maksudnya ada yang loss gitu nah itu yang [6:45] tidak kekontrol karena saya tidak monitoring tiap hari kalau perbedaannya disini karena saya monitoring tiap hari jadi sebenarnya [6:53] yang waste mah ada ya kayak pecah juga termasuk loss kan sebenarnya kan kayak telor tadi saya lagi buru-buru pecah gitu kan sudah gitu kan [7:00] habis itu ada tidak bisa lama-lama ini di chiller habis itu saya lupa habis itu sudah bau itu sudah pasti waste [7:07] lah gitu tapi jadi minim waste nya dibanding yang sebelumnya karena emang dulu gak kekontrol, kalau sekarang gue [7:15] kontrol lah berarti kan waktu di case si Tokomi tadi, lo berarti udah pernah bikin benchmark [7:22] satu minggu atau satu bulan segini nih cukup gitu kan dengan demand sebanyak ini aja let's say kan nah itu dengan [7:29] kasus yang sama berulang tiap bulan tetap aja tuh ada yang loss gitu ya kenapa aja ada yang loss? [7:36] kayak apa ya sebenernya? [7:37] kenapa bisa loss? karena ya itu kayak gue belum punya sistem yang remind [7:45] gue untuk ini udah 2 hari loh ayam lu udah dikulkas sorry bukan 2 hari lah kayak ayam [7:52] masih bisa lebih dari 2 hari, misalnya seminggu lah, seminggu itu udah pasti jelek, udah pasti bau jadi gak ada yang remind gue tuh buat itu gitu walaupun sebenernya [7:59] kalau sistem konvensionalnya bisa aja gue cek setiap lossing Cuma gue udah capek banget. [8:03] Gue udah kuyuk lah. [8:05] Kayaknya udah langsung ntar aja. [8:07] Tiba-tiba besoknya mau buka siang pas dikohin, lupa lagi masukinnya, udah bau. [8:12] Udah akhirnya nggak bisa ngelain lagi. Itu jadi waste lah. [8:14] Cuma Alhamdulillahnya dengan sering ngekontrol jadinya lebih nggak banyak sih. [8:21] Dibanding yang sebelumnya nggak kekontrol. [8:23] Ngerti, ngerti. Bener juga ya kalau misalnya konsepnya kayak gitu. [8:27] Berarti asumsinya lo udah tau ya. [8:30] satu, lihat ini ya, apa namanya, katsu ini ya berapa gram masih beras, berapa gram masih [8:37] ayam, itu sudah in detail margin of error nya berapa? [8:43] sebenarnya gue nggak bisa tau karena gue nggak ngerti sih cara ngitung margin of error nya paling yang gue [8:50] ngerti adalah, jadi waktu pas gue tokomi itu, gue punya format COGS versi gue sendiri setelah ini gue, [8:58] dulu gue di F&B, setelah cabut dari DailyBok gue ke YY Group kan gue ke YY Group, abis itu gue minta sama tim R&D nya, gue minta dong format [9:05] COGS nya, akhirnya gue follow itu better tuh menurut gue, tapi belum pas buat lo ya belum pas, karena [9:13] memang nyari margin sehatnya itu bertahap tuh, awal gue 60% cuma kok produk banyak keluar, [9:20] cuma kok tipis ya, abis itu gimana caranya gue meningkatin si margin habis itu ya udah akhirnya [9:27] gue investasi di capexnya tuh piring gue ganti yang tadi juga jadi melamin habis itu gue ganti ini yang tadinya [9:34] pake melamin, semua pake biar valuenya tinggi aja gitu jadi kalo gue naikin harga orang make sense gitu maksudnya kayak [9:41] lu naikin harga tapi masih pake melamin apaan gitu iya jadi gue pengennya dapetnya pake apa ya pake [9:48] alat makanan premium tapi harganya tuh naikin, oh beda 2000-3000 gitu orang masih gak kerasa dan akhirnya Alhamdulillah, [9:56] barang yang tadinya sudah sempat lama di sini masih balik lagi kalau margin of error, pertama [10:03] saya tidak bisa menghitungnya contohnya baiknya memang ditimbang semua sih tapi kalau saya biasanya ditimbang itu [10:11] kalau misalnya saya membuat stokan contohnya saya membuat bumbu yakinesi, lalu yakini ku teriak itu pasti saya timbang kalau [10:18] misalnya sudah serving, sudah plating, itu paling saya timbangnya ya sudah ini nasi semangkuk itu berapa ya? [10:25] 200 gram ya? katsu misalnya setelah dipotong itu berapa? [10:30] 100 gitu kan tapi ada yang lebih tuh, kayak misalnya ada 120 kan nggak bisa ya, maksudnya benar-benar block-out-block 100 gitu kan terus kalau [10:37] misalnya di sini ribet juga ditimbang gitu kan, makanya udah kayak udah feeling aja deh, masih ada feeling sebenarnya gitu, tapi emang Alhamdulillah [10:44] kayaknya feelingnya nggak begitu jauh, jadi masih bagus lagi Alhamdulillah iya, bagus, masih nutup gitu ya lanjut [10:51] lanjut lanjut ee gitu kalo misalnya dari sisi planning biasanya lu nge-planning stock [10:58] segala macem tuh buat berapa minggu? [11:02] sebenernya stokan tuh masih random sih jadi sebenernya balik lagi stokan tuh sering dibikin apa engga tergantung marketing [11:09] strateginya kalo gua jadi marketing strategi yang gua lakukan adalah gua cuma mau ngundang creator aja sih tapi [11:17] creator tiktok awal itu gue dua, instagram sama tiktok, cuma kaya lebih kena tiktok nih akhirnya gue fokus [11:24] di situ, udah nge-recout aja tuh emang gue nyari yang gratis, barter lah kalau gue maksimal ada yang mau transport 50 lebih gue [11:31] udah gak mau oh dibayar transport 50 abis itu udah, mulai derp gue grillnya tuh, ada yang mau ada yang [11:38] gak yang mau yaudah, nonton gue kasih produk, 2 makanan, 2 main course, 2 minuman, [11:45] 1 dessert, sama 1 side dish ya paling kalau dikalkulasiin nggak sampai 100 ribu lah mungkin kayak 50 [11:52] ribu plus-plus lah gitu kan buat makanannya dan itu kan hitungannya cost kan, berarti kan marketing costnya kan per kreator cuma [11:59] 50 ribu-an lah gitu kan udah abis itu kreator yang gue undang kan banyak ada yang FVAP ada yang nggak nah [12:07] kalau FVAP itu G itu stoknya udah cepet banget bikinnya stoknya cepet abis? [12:12] cepet abis, kayak misalnya sekarang kan yang paling banyak katsu tuh katsu tuh gue paling satu kotak aja, satu kotak thinwall lumayan [12:19] gede tuh tuh sehari bisa satu hah? [12:21] sehari bisa satu, kalau misalnya kira banget paling ada... [12:24] 10-20? ada lah, 20-an lah, 20 lebih lah jadi harian tuh ya? [12:29] tapi nggak harian, gue bikinnya langsung 6 kg, 12 kg gue sekali bikin oke jadi 12 kg gue bikin, udah gue bawa kesini, gue taruh [12:36] freezer setiap hari ngeluarin tuh paling satu tin wall itu 20 pieces lah ya gitu kan satu hari? [12:43] satu hari paling ramainya, kadang-kadang bisa lebih lah gitu kan tergantung sebenarnya views-nya semana tuh, kalau views-nya mau gedak [12:51] yaudah, kayak waktu itu sempet pertama banget tuh, oposan rame karena ada satu kreator yang FVF-nya [12:58] itu sampai waiting list tuh udah gua udah nggak sanggup sampai ngantri-ngantri? [13:02] sampai ngantri, ngantri tapi nggak queuing kayak Arabica gitu ya Maksudnya, paling ya ada 3 atau 4 orang nunggu. [13:08] Dan mereka mau nunggu. Gue berharap enggak dong. [13:10] Karena kan gue capek. [13:11] Waktu itu kayak, eh gila lu. Padahal waktu itu gue buka cuma dari setengah 6 sampai setengah 10. [13:17] 4 jam lah gue buka. [13:19] Ya kayaknya dulu bukannya setengah 6 kan? Iya, iya. [13:21] Karena emang, kan gue sama istri gue ya. [13:22] Maksudnya gue gak mau dia capek juga lah. Jadi gue ngikutin, lo bisa aja sama Ana nih. [13:25] Gue ngikutin lo aja deh. [13:26] Ya udah. [13:28] Abis itu, udah tuh rame. [13:30] Gue udah gak pegang lagi. Udah kojor lah. [13:33] Abis itu udah, rame, rame. [13:35] mulai dari situ, karena ada beberapa yang FVP, mungkin beberapa kreator baru ada [13:42] yang ke impact tuh ke impact si FVP itu, akhirnya tiba-tiba dia datang, konten naik gitu kan itu yang gua nggak tahu tuh, maksudnya [13:49] gua pikir itu customer biasa, ternyata dia emang kreator yang pengen ikutan konten disini juga oh, ready to work buat FVP ya? [13:55] jadi ada yang konten FVP yang nggak gua reach out, sama yang gua reach out karena emang ada [14:02] beberapa yang datang gitu jadi saya tiap hari cari ada konten yang tidak ada, kalau ada saya save saya [14:09] lihat views nya, saya tanya siapa ini, tidak tahu kalau sudah sekian ratus ribu, [14:16] saya sudah siap-siap, ini akan terkena jadi melihat dari situ, iya kalau saya, saya bilang ini akan terkena nanti beberapa [14:24] hari ke depan, benar sejauh ini seperti itu berarti manual banget dong? [14:28] tadi mau tanya FVP dari mana mau dia nge-check-in banget? [14:33] nge-check-in, kalo gue nge-check-in tiap hari tuh misalnya ada gak sih yang ngontrol kosan iya kosan kedai Jepang lah biasanya berapa [14:40] ada? oh ini yang gue tau nih, yang gue reach out nih ada yang, ini siapa nih? [14:44] gue gak tau gitu tapi kalo tau FVP aja gitu kan pas gue udah tau FVP dan naiknya konten tanggal berapa, itu gue udah siap-siap [14:51] tuh oh, 100 ribu ya? [14:52] iya, abis itu gue nyari hari yang kayaknya gue nyari hari yang kayaknya kira-kira bakal rame disitu-situ gue siap [15:00] deh sopan gitu kan bisa begitu-begitu iya Sabtu Sabtu libur ya gue udah gue [15:07] libur-libur lagi emang [15:15] pengen fokus ini aja kan kajian enggak kajian gue emang ya satunya buat kajian [15:22] satunya kadang-kadang gue ke Bogor rumah mertua gua, gua ke depok, rumah orang tua gua, gitu ya cuma bisa Sabtu gitu [15:30] makanya Sabtu tutup sejauh ini, ya pengennya sebenarnya, kayak bisnis long term pengennya sebenarnya panjang deh maksudnya setiap hari buka [15:37] 12 ke 12, 10 ke 10 pengennya kan gitu kan, sebenarnya emang ya gua semampu gua aja dulu tapi kalo konsep tiap [15:44] hari buka dengan, ya maksudnya jatuhnya kayak apa ya restoran pada umumnya sih jujur malah ada mengurangi nilai [15:52] di jam nya sih. Menurut gue yang raw itu lebih bagus. [15:56] Kayak cuma setengah 6 sampai jam 10 gitu. [15:58] Lucu sih kayak gitu. Nanti gue nyetok kawa nih misalnya. [16:02] Kawakan sopor paling banyak dibanding momo yakitori. [16:04] Gue nyetok dikit doang, kayak sehari 10 gitu kan. [16:07] Misalnya di jam 7 udah habis tuh. [16:09] Jam 8 jam 9 udah nanyain kan. Itu bikin orang nanti dia baik lagi tuh. [16:13] Karena penasaran nyobain habis gitu kan. Kawanya habis nih. [16:15] Padahal gue cuma nyetok 10 ji. [16:17] bukan karena emang tiba-tiba laku 100 biji terus gue belum bikin lagi gitu kan emang gue nyetoknya [16:24] banyak tapi gue ngeluarinnya dikit sisanya gue freezeran semua lah gitu gede gede gede gede sebenernya idealnya emang kalo Jepang [16:31] bagusnya fresh ya kalo gue gue laku ini ya cuma dibilang pengen apa engga kayak gitu pengen banget sebenernya cuma masalahnya [16:39] kondisi rumah gue dimana jualan gue dimana kayaknya belum bisa lagi udah rumah? [16:45] ada plan sih sebenernya hahahaha gimana tau dia gue sebenernya pengen maksimalin ini Ji [16:52] makanya kenapa tadi setengah 6 sekarang jadi jam 12 karena emang waktu itu banyak yang [16:59] market kantor tuh datangnya tuh sore jadi udah pulang kantor iya nungguin kantor mampir, mas bukanya jam berapa? [17:05] dari mana? gue kan selalu nanya kan dari Bluebird, dari Jaiko, dari PT Aditya gitu kan [17:13] oh berarti lumayan nih, udah lumayan nih kayaknya market siangnya gitu cuma kondisinya kan istri gue nggak bisa nih kalau misalnya ikut full capek lah sama [17:20] capek banget, gue aja capek banget sama lagi dia gitu kan akhirnya gue baru berani tuh hire karyawan jadi gue scale up lah, scale up [17:27] secara omset juga gitu gue secara omset gue naikin, abis itu ini juga gara-gara [17:34] ini juga sebenernya naikin platenya biar lux premium tapi harganya masih affordable gitu tapi [17:41] menarik sih, gini-gini aja udah halus iya kayaknya, walaupun sebenernya kan ada ice pack di pinggir ini orang [17:48] pikirnya pinggir jalan gitu kan paling piringnya pecel ayam gitu kan kan orang sebenernya mikirnya kayak sopong hero gitu kan [17:57] pake piringnya plastik gitu kan awalnya juga sebenernya gitu mas sama, awalnya piring bukan merah, [18:04] piring dari tokomi kan ga mungkin gua gua inget, gua inget maksud gua kan, sih mesa merah [18:11] sih gitu ga tempting, di makanan tuh ga tempting, cuma isu budget ya, gua mau ga mau yaudah, maksakan yang ada aja maksudnya muter [18:18] dulu ya, muter dulu, gua realistis aja gitu kan ini kayak dekor-dekor begini juga tadinya ga segitu juga bukan [18:25] apa ya, bukan output maksimal gua lah ya maksudnya gitu kan kenapa ya, itu geometrik [18:33] agak white wall nya ya itu banyak dari ngambilnya udah begitu di belum cobot masih [18:40] ada ini sebetulnya kreatif di rektornya tapi kalau misalnya dari sisi bisnis [18:48] yang menurut lo ini point-point banget nih buat gue itu apa? [18:53] selain karyawan dan karyawan dan oh ya tapi dari sisi sistematisnya [19:00] kalau ya itu Sebalik lagi sebenarnya karena gue bukan orang finance, gue bukan orang sistem yang [19:08] angka banget, malah gue benci banget sama angka. [19:10] Makanya gue masuk design. [19:13] Terberatnya adalah sebenarnya itu, sistem yang pas. [19:16] Kayak contoh sebenarnya, sekarang udah lebih better lah. [19:19] Walaupun sebenarnya belum balance-balance banget ya. [19:22] Karena kadang-kadang gitu, itu maksimal di toko di sini nih, tapi gue nggak pernah ngontrol kayak pencatatannya. [19:30] Masuk nih ya. Masuk ya. [19:32] Masuk ya, pencet. [19:35] Nggak, tapi mungkin dari itu problem gue. Gue selalu h sama istri gue, aduh, segembelan lagi apa yang belum gue catet deh, apa yang lupa ya. [19:41] Karena emang, misalnya di Rame tiba-tiba sendok habis, sendok takeaway tuh. [19:47] Nih gue nyurut karyawan gue untuk beli dulu. [19:49] Kenapa nggak catet? Nggak jelas, karena udah kusut. [19:51] Nah itu problemnya sebenarnya di situ karena kekusutan itu, gue sampai nggak nulis itu perbelanjaan. [19:57] Padahal gue sistemnya di rumah udah punya. [19:59] saya pakai sheet kan, sel-sheetnya itu OPEX nya berapa, sampai itu PNL nya berapa, nyangkut lah, pokoknya itu semua, memang masih [20:06] manual itu konsepnya sebenarnya karena males nyatet aja kadang-kadang lupa, paling sering lupa, malas jarang [20:13] sih sebenarnya, karena memang penting banget ternyata ya kalau misalnya sudah closing kan ketemu balance enak ya, balance nih, [20:20] pendapatan jadinya sekian gitu kan oh ini kenapa ya minus ya, oh ini kenapa ya, omset dari bulan ini sampai bulan kemarin tuh kurangnya [20:27] di mana ya gitu kan ternyata OPS nya gede banget nih bulan ini daily berapa selisihnya? [20:36] ada gak sampai 100 ribuan? [20:38] selisih yang gak gue catet gak nyampe cuma 30 ribu aja sekarang tuh minus aja ya minus 12 ribu [20:46] lu tau gak 12 ribu dari mana? kadang-kadang gue suka nitip bawang lo ngerti gak sih? [20:50] oh gak kebarin titip doang bawang gitu kan jadi sebenernya emang gue dibilang rapih atau belum tuh belum terlalu [20:57] rapih kadang gue kalau udah pagi, gue kan buka jam 12 ya, itu jam 9 tuh gue maksimal tuh prepare tuh oh [21:04] disini udah? nggak, di rumah semua di rumah 9 ke 11 tuh gue pasti tidur dulu, gue pasti tidur dulu, karena emang fisik [21:12] ya, maksudnya jam 12 ke 9 tuh wah gue kusut banget padahal juga dulu kan gitu, abis subuh baru berangkat kapan ke deli box iya, baru gue tidur dulu kan [21:19] tuh, pokoknya gue harus tidur dulu dah, makanya maksimal jam 9, kadang-kadang suka males tuh keluar tuh akhirnya gue pake bawang biji buah, bawang putih, [21:27] abis itu gak ganti, iya kayak gitu-gitu tuh kadang-kadang suka miss gue catet lah, itu ketidaktatan [21:35] lah sebenernya gak bagus juga cabai tiba-tiba abis, gue pake dulu deh cabai, aku males nih keluar gitu, [21:42] terus kan gak boleh kan, harusnya yaudah keluar tuh gitu tapi selama pencatatan ini, tadi kan pake Axon, [21:49] kalau disini POS nya apa? [21:50] hasil pintar hasil pintar, itu ngecatat apa gitu? [21:55] orderan, sama semua kayak orderan misalnya tadi lu order apa, ya itu gue catat disitu dia sampai ini gak? [22:01] apa, misalnya lu deput COGS lo berapa gitu sebenarnya bisa, tapi gue terpisah, kalau COGS gue nulisnya di di personal? [22:08] iya, sebenarnya bisa juga disini cuma gue gak ngikutin di bangun tuh berarti lu cuma nyatet raw penjualan berapa? [22:15] iya, misalnya katsu ada ada 10 unit luar gitu? [22:20] nggak juga kalau gua katsu sebenernya nggak misalnya katsu ada, karena menurut gua agak susah gitu misalnya katsu [22:27] 1 tinwall itu 20 pack jadi kalau misalnya kali 10 tinwall berarti kan ada 200 ya terus gua tulis 200 [22:35] gitu kan karena masalahnya porsinya itu beda-beda ada yang kecil, kalau kecil gua harus ngambil 3, iya karena [22:42] kan kalau motong dada ayam ya gua kan pakai dada ayam nih kan dada ayam ada 2 tuh betul, kadang gue belah 2, harusnya [22:49] kan idealnya 1 itu 300 dong buat dapet 3 pieces kan kadang2 itu lebih tuh, 320, 350 makanya akhirnya, [22:56] betul, makanya akhirnya sebenernya idealnya gue, ya itu baik lagi ke feeling tadi gue potong, gue potong sebisa mungkin [23:03] ya, sebisa mungkin tuh 100, padahal dalam tekniknya juga sebisa mungkin gue juga potong pengennya 100 gitu kan hasilnya kan, pas gue timbang ternyata [23:10] 98, kayak gitu gitu loh maksudnya kayak ada miss-miss kayak gitu tuh gak bisa gue gak tau kalo FNB [23:17] lain ya maksudnya gimana caranya supaya dia bisa motong pas gitu tuh gak tau gue kadang satu sepuluh, nah gitu-gitu ya [23:25] ya ngerti-ngerti jadi kenapa gak gue tulis lo punya stok 200 kartu terus lo bisa aja sebenernya gue tulis gitu [23:32] bahami waktu itu kayak gitu sih gue tulis makanya miss mulu, nah gue bingung tuh disitu mau nyala karyawan tapi gue gak punya bukti kuat gitu [23:39] kan maksudnya jadi yaudah gitu Oke pasrah Oke gue harus aja jualan [23:47] di rumah loriket di rumah gua punya bagian selster sendirilah [23:55] kayak hari ini berapa sama manual kan gua punya tiga [24:04] sel channel ada grab, ada shopee, ada gofood, sama dine in kan itu gue nulis juga tuh, kayak [24:11] grab food berapa, gofood berapa, shopee berapa, dine in berapa itu gue bagi-bagi tuh, kan hasil akhirnya kan ada di bawahnya [24:18] tuh biasanya berarti selama ini sebulan nih grab food segian nih dapetnya, dine in lebih banyak, dine in channel itu [24:25] gue masukin lagi tuh, tiap pagi ke sel situ ini dia pen point nya, kita harus barisan dia untuk dia ga masuk2 [24:32] lagi biar pas kerja dia seger buker tiap channel nya dia sendiri sendiri sendiri manual, misalnya dari grep kan ada transferan biasanya [24:40] kan subuh kan oh iya, oh mereka transfer tiap subuh dan disini gua pake gua kasir, jadi ada mdr tuh [24:47] berapa ya 0,07 ya 0,7 deh kalo ga salah ya akhirnya gua nyatetnya yang gua terima di rekening gua aja berarti [24:54] dari ini sekian cash juga ada sekian dari Gravode sekian tapi [25:01] so far dari semua channel yang ada yang paling profit yang paling oke? [25:06] Dining sih jelas itu harganya lebih murah dong biasanya karena nggak ada administration fee nya iya, eh nggak [25:13] ada administration fee nya itu MDR itu karena kan gue pakai GoKasir kalau orang yang pengen pakai QRIS gue [25:20] pakainya GoKasir makanya ada potongan 0,7 gitu potongan itu kan administrasinya GoKasir ya? [25:25] betul jadi gue ibaratnya total sales dine in dikurangin 0,7% iya iya bener, itu netnya kan nggak [25:33] maksudnya kalo si gofood sama drivefood kan pasti lo akan konsepnya kayak harga lo disana kan keliatan mahal [25:41] loh iya kalo itu gue naikin sesuai itunya apa namanya komisinya supaya lo nggak nge-gross margin lo ya betul, tapi tetep [25:48] aja kalo misal dibilang sehat apa nggak paling sehat dine in karena COGS gue masukin cost [25:56] packaging jadi misalnya rest and chicken katsu nih di satu COGS [26:03] rest and chicken katsu itu udah ada packagingnya packagingnya misalnya bowl, ada tray-nya, ada tutupnya itu [26:10] tapi udah gue bandingin satu ya jadi sepakat itu berapa gitu kan abis itu dapet sendok, plastik itu udah gue masukin nah kalau [26:17] misalnya yang dine-in itu kan nggak pakai itu kan, tapi kan ada yang take away, [26:25] kalau take away ngitungnya susah dong, kan nggak mungkin, take away mas, berarti nambah 2000 ya misalnya gitu kan, nggak mungkin kan, nggak ada yang mau kan, jadi kayak sebenarnya [26:32] itu ibaratnya jadi gue ikutin di dalam biar jadi additional margin buat gue lah, dan gue ngitung margin 70% itu sudah [26:40] termasuk si packaging itu, jadi maksudnya lebih sehat lah, maksudnya kalau misalnya ada yang dine in, lebih banyak dine in, ibarat itu nggak kena tuh, [26:47] gitu maksudnya Meski punya berapa cuma kalau kali pertama lumayan. [26:51] Berarti istilah kata harga lo gross up sampai si take away itu ke-fulfill ya? [26:57] Iya kalau gue itu. Menarik. [27:00] Tapi kalau dari sisi, oh iya tadi udah ya kalau ngomongin dari sisi stok sampai jadi barang jadi, dia udah ngasih tau ya masalahnya. [27:07] Ada beberapa miss miss juga gitu. [27:09] Ada, ada. Pencatatan juga ada unbalance ledger. [27:13] berarti kalau belanja stop gitu-gitu gimana? [27:18] masih manual? kayak tadi kan ada segari itu itu punya kosan oh punya kosan, gue kira punya kosan sebenarnya kan idealnya [27:25] sebenarnya supplier ya cuma supplier kan bayar di belakangan tuh pertama ini masih belum levelnya [27:32] supplier lah misalnya belinya masih ecer jadi yee Fortuna Fortuna [27:39] kadang-kadang sayur, kalau habis aja ya misalnya kalau bawang buat bikin ini habis nih yaudah akhirnya beli bawang itu juga bawa kan gak bisa banyak-banyak ya maksudnya kayak, [27:47] ya udah butuhnya berapa? butuhnya 1 per 4 ya udah beli 1 per 4 aja karena kalau nanti kelamaan kan gak bagus kan makanya emang lebih rutinnya [27:54] kayak gitu masyarakat ceran karena mungkin demandnya belum segede level Resto kali [28:01] ya jadi memang, iya dan gue juga sebenarnya kurang serk kalau misalnya bayar di belakangan mendingan beli, [28:09] bayar keluarin duit nih abis itu, iya abis itu udah jadi kompetensi itu udah kelihatan netnya gitu loh maksudnya kayak gitu lebih bener sih pencatatannya [28:16] jauh lebih mudah iya aku ngeluarin tuh 3.000 buat bawang yaudah keluar gitu kan keluar 3.000 kebelakang [28:24] nanti baru dihitung lagi iya kayak wih deh seberapa gitu kan tiba-tiba ternyata belum ini gitu takutnya miss juga kan malah apalagi pencatatan [28:31] gue gak bagus bayar di akhir malah jadi lebih meratakan ya khawatir lah gitu seru juga ya jadi [28:41] margin 70% ke targetnya? [28:45] sekarang average 70% dulu average nya di 60% an lah tapi [28:53] ini pasti kan ada goal ya ketika lo buka dari jam 12 segala macem ekspektasinya [29:00] adalah peningkatan dari sisi income biasanya dengan konsep kaya sekarang nih goal nya lo apa gitu? [29:07] ekspansi kah? goal nya gue sebenernya untuk kokosan untuk kokosan sebenernya kenapa buka [29:14] dari siang sampai malam rencananya emang gue pengen scale up omset sih pertama, kedua [29:21] sebenernya kalau misalnya emang nanti net profitnya oke ekspansinya gak pengen kokosan sih oh [29:29] apa gitu? [29:31] ada lah ada rencananya sama istri gue mau bikin produk tapi produk apa makanan lagi atau? [29:37] makanan lagi kayaknya lo takut cerita gue, takut gue mau ikutan ya? [29:41] nggak juga, gue mau nggak terpisah kali ya nggak bercanda bro nah sebenarnya waktu itu, [29:49] gue kan masih mapping ya, maksudnya event-event apa sih yang lagi oke sekarang, dan segala macem tapi gue juga lagi mikirin gimana caranya tempatin [29:57] maksimal dan gue sebenernya waktu scale up ngerasanya tuh kayak gue udah bayar sebulan tapi gue cuma buka setengah 6 sampai jam 10.30 [30:05] cuma 4 jam ngapain gitu, walaupun sebenernya alhamdulillah mah bisa tutup-tutup aja gitu kan cuma kayak aku gak maksimal nih gue ngerasa ini, makanya [30:12] akhirnya gue coba dari siang harapan gue adalah maksimalin tempat sama maksimal gue juga bisa naik gitu kan sebenernya tapi [30:19] si Ongkosan kalo misalnya ditanya nih, gue insist nih jawabannya kalo Ongkosan sendiri yang mau lo scale up kalo misalnya emang lo punya ya [30:28] misalnya udah profit segala macem, menurut lo apa yang lo pengen scale up? [30:31] sebenernya bukan kelap, oh iya sebenernya kalau mau scale up, sebenernya emang gue pengennya ekspansi pastinya [30:38] gitu kan walaupun sebenernya ekspansinya hah? [30:40] kayak gue miur ya, 14 hahaha, coba coba gitu tapi kalau gue sebenernya udah ketemu formula mungkin [30:48] ya, gue juga nggak tau, gue bisa bilang sudah menemukan atau nggak tapi kayaknya gue sudah cukup tau nih, oh posen kayaknya kedepannya akan dibawa [30:55] kemana kayaknya kalau misalnya konsepnya hidden gem, kayaknya akan gue bawa terus deh gitu iya bagus gitu jadi kayaknya mungkin ada area tertentu [31:02] yang gue mapping kayaknya ini cocok untuk buka wakwasan wakwasan tuh kayak udah terkenal kayaknya harus digang deh harus digang tapi [31:09] lu harus mikirin juga parkir mobil orang dimana gitu maksudnya gak cuma gang kalau ini kan langsung depan tuh iya ini [31:16] juga alhamdulillah ya maksudnya tapi kadang-kadang kalau weekend tutup sih ini kan soalnya parkiran buat kantor kalau weekend tutup [31:24] makanya akhirnya biasanya sebelah yang punya tempat ini kalau kalau mau ekspansi, [31:31] kayaknya gue harus nyari daerah-daerah yang banyak orang perantau gitu mungkin [31:38] bisa dibilang ya Tumpah pak, tapi gue udah ekspeksi jawaban lu, tapi [31:46] kan lu punya satu pain point yang sampai saat ini lu masih nerabat-nerabat Iya itu dia, soal peras gitu Iya itu dia dan lu ga [31:53] mungkin berada di satu tempat sebenernya itu gua belum menemukan formula itu makanya jadi secara [32:00] budget juga belum bisa untuk bikin cabang lagi padahal gua juga belum menemukan sistem yang pas kalo misalnya nanti gua [32:07] lepas makanya kayaknya sejauh ini gua setelah ngobrol gua kan ada town hall loh, bt gua oh iya? [32:15] gua berjalan berdua doang lucu banget lagi maksudnya kalo kasus nambah cabang kita kira gimana ya ga bisa kalau misalnya emang [32:22] tujuan lo mau membuat warisan ya maksudnya gitu kan kalau lo pengennya sustain yang lama gitu itu lo [32:30] harus terjun langsung kalaupun bisa ya harus ada orang yang benar-benar dipercaya gitu, tapi gue kepikiran mungkin ya sebenernya [32:38] orang yang percaya itu isunya karena apa ya gue juga bingung karena budgetnya rendah mungkin, gajinya mungkin jadinya [32:45] ada isu itu makanya ngapain gue disini akhirnya gampang cabut dan lain-lain tapi gue belum pas juga, apakah harus saudara, [32:52] tapi gue juga belum yakin banget gitu kan intinya kalau misalnya buka cabang pasti harus orang [32:59] yang bisa masak sama orang yang jujur aja itu ini dua aspek ini yang harus penting yang penting tuh susah nyari sense of [33:06] ownership itu dia sebenernya, emang susah gitu maksudnya Tapi sistemnya kita harus bisa ngejawabnya. [33:14] Maksudnya at least kan namanya DOP itu kan pasti ada ya, keraguan itu pasti ada. [33:19] Tapi sistem yang bisa melindungi keraguan ini jadi minimal. [33:27] Karena emang makanya gue pernah bilang sama lo kan, Sijet yang susah adalah itu, [33:34] percaya sama... Karena pengalaman ya? [33:36] Iya, karena itu. [34:08] teman-teman gue di dua tempat lah di dua tempat sarap F&B ini yang gue cari yang gue lihat adalah nyari karyawannya kayak begitu maksudnya [34:15] lu apa kerjanya di bengkel udah besok masuk bisa nggak bisa ya udah masuk bener-bener banget maksudnya itu screeningnya [34:22] kurang iya dan itu ngaruh banget sama sustainability nya si F&B itu bisnisnya kadang kayak udah ekspansi gede [34:29] banget gitu kan misalnya udah berapa ratus juta apa mm-an gitu tapi lu punya karyawan yang nggak kompeten di bidang itu ya [34:36] Allah, paling gak nyampe setahun udah ditutup dari itu kejadian di company gue sebelumnya kejadian tapi [34:46] di brand lain ya bukan yang susi itu ada di produk, itu juga kejadian tapi [34:54] emang kadang-kadang juga ada beberapa company yang mengincer hype doang satu tahun gue akan profit berapa, udah abis itu seengaja [35:02] buka, ya kan disitu yang terkenal di mana? [35:05] Aldi Aldi Aldi terkenal di mall tuh apa sih namanya? [35:09] yang di mana? yang terkenal di mall tuh yang di mall, di mall oh di mall gitu gitu tuh oh iya iya [35:16] iya siapa sih namanya perusahaannya tuh? [35:17] itu lah banyak ya iya maksudnya nama perusahaannya sekarang banyak ya tuh Secret Garden [35:24] yang di PS gue masih rame Secret Garden iya enggak, cuma dia tuh emang ngejar maksimum tuh 3 tahun [35:32] kalau tutup udah diarin, karena udah ngerubah profit dari situ bikin lagi yang lain selalu bincang uang ya kalau gitu gitu, [35:39] gue kalau walau bisa walau ya itu lah pokoknya nggak setelah gue dialami 2 perusahaan itu, kayaknya [35:46] gue nggak suka aja cara bisnisnya gitu kayaknya lebih wajib sendiri, buka cabang tuh emang bener karena udah profit bukan [35:53] karena ada suntikan gitu loh maksudnya bener, itu mungkin bisnis model yang dipake sama Tukuy iya kayaknya oh itu cakep [36:00] lah, lama banget ya kayaknya gue lebih suka gitu sama tuku atau enggak ya Maksudnya banyak ya kayak ada anen [36:08] mungkin kayak sopaki anen gitu nggak apa-apa pelan-pelan gitu loh tapi yang penting lu tuh bisa diingat sama orang lama banget ya biasanya [36:16] ngerut soalnya jadi kalau meskipun ada cabang QC nya itu bener-bener sama banget sama kantor pusat itu emang [36:23] yang bagus sih iya itu contoh tuku sih bener-bener kalau makanan jarang slow sebenernya mas kalau makanan sekarang legend kan jarang kalau dulu kan banyak legend [36:31] sampai bertahun-tahun sebenernya, kalau menurut gue ya kayak sikit nih, ngomongin [36:38] masakan Jepang karena kan culture Jepang kan udah selalu ada kan udah bisa gitu loh untuk ngambil ke situ kalau zaman [36:45] dulu kan culture jalaninan kan peranakan kan, kaki klinci kaki klinci sekarang [36:52] emang di Jepang gitu mungkin ntar 5 tahun lagi Korea gue gak tau juga, karena semuanya berdasarkan Dari kultur [37:00] yang keserap sama masyarakat Indonesia Yang masih hype up ya Dan Jepang so far paling awet ya dibanding Korea Kalo [37:07] lihat emang dulu nyayor banget sih Cuma HP turun sih Kalo Jepang tuh emang ga yang naik banget tapi ya stabil aja Emang [37:15] grass rooting gitu Itu menurut gua makanya pas dia bikin ini gua bilang wah cerdas lagi Soalnya [37:22] sebenernya ya HP kalo dibilang jujur pengen buka Jepang gua engga sih Oh iya? [37:28] kalau jepang, karena emang marketnya mudah didapat menurut gua dibanding [37:35] lokal karena kalau misalnya lu mau sustain, tapi lu main maksakan lokal, [37:42] lu harus punya jam terbang tinggi kayak yang udah legend-legend lah misalnya gitu kan, mas buka apa? [37:47] buka soto ayam udah berapa tahun? [37:49] 30 tahun itu pasti orang lebih percaya dibanding kayak baru setahun mas, yah orang juga masih gimana gitu kan itu [37:56] sebenarnya pengen pengen buka itu besok kaki kambingnya karir roxy roxy [38:04] roxy roxy sayang banget sih di Indonesia kalau gue ngelihatnya ya kalau juga ngiri kayak ngeliat Singapura Malaysia [38:11] udah udah banyak Hai apa ya berarti masih kaki masih dibilang UMKM atau kaki lima tapi udah misi alinstar pengen [38:19] banget gitu gue kayak gitu gue tuh pengennya gitu di sini ya, maksudnya di bisnis F&B di Indonesia itu pengennya kayak gitu goalsnya tapi [38:26] menurut gua misal-insan itu dapet cuma bisa masalah lokal masalahnya masalah lokal gak begitu dihargai di sini itu [38:33] doang sih problemnya sebenernya SMA, Prabowo, wajib Prabowo salah ya gitu [38:42] sih sebenernya menarik lagi jadi kalau yang kemarin si siapa namanya, [38:52] toko online shop itu masalahnya di Sumber Naya Manusia tapi bukan sebagai pengelola nya, justru forlinernya sales nya [38:59] gitu yang mana tuh? si teman-teman yang kemarin sempat mau close banget jadi dia jualannya itu cuma, maksudnya jualan akan [39:06] bagus kalau emang ada tiktok live segala macam nah dia itu di Bogor kan gitu, orang Bogor itu literasinya kurang baik [39:13] jadi ya masih kurang baik tapi cheat up juga mau dapet duitnya cepet gitu jadi ketika dibayar [39:21] cuma 400, terus pasti kondisi, mereka gak mau juga di 1R, mana masuk oh gitu orang sana? [39:28] iya iya, mana masuk terus scale bisnisnya lebih ke kalau misalnya dia punya budget [39:35] tambah dari investor atau apa sebutannya lah bikin workshopnya di tadi cuma 1, bikin lagi 5, 4 [39:42] terus gudang lebih besar, jadi menurut gue end to end direct bisnis banget dari [39:50] di production sampai ke bawah gitu kan oh iya, hulu kehilir sih berarti iya hulu kehilir banget, nah kalau dari lo kan [39:57] tadi makanya gue tanya kan kalau lo akhirnya profit ada apa-apa, gue ekspansi aja masih mikir iya, masih mikir iya kan, karena masalahnya [40:04] bukan di lo mau apa engga iya lo gak kepengen ini terjadi enak rasanya gitu kan makanya gue lebih prefer [40:12] buka produk F&B baru yang masih gue bisa handle sendiri bisa, itu bener banget makanya gue [40:19] kosong dari pagi sampai siang, pagi sampai siang ini yang bisa gue manfaatin itu apa? [40:23] produk F&B apa yang bisa gue manfaatin? [40:25] kubur ayam gitu, emang gue planning itu sebenernya gue lagi mapping [40:32] itu sebenernya kubur sama sinar pagi sih, gue sejujurnya sadiji sinar pagi gak ada sama istri gue [40:39] tuh kayak sayang banget ya, padahal gue pengennya sama istri gue ini gitu loh maksudnya yaudah di hold dulu deh, jangan, yaudah gak usah yang diapa-apain [40:46] dulu, fokus di sini aja gue bilang dulu kan nanti, colo kalau emang bisa dimaksimalin, maksimalin lah lu kalau lagi libur [40:53] sama istri lu, pagi-pagi ke itu ya, ke Kemang ya, Ampera situ lah ada yang nyanyi bau, lu dateng deh yang bau namanya [41:00] Ampera kembang ya cari aja bo man main aja situ makan menunya juga enggak menurut gue juga enggak mahal dayang mau [41:07] ke harga restoran tapi jam sebelum jomblo habis buka jam pagi sarapan dulu [41:15] pasti tujuan dulu waktu gua nganter deket situ kayaknya setengah jam tujuan lah itu [41:22] mie ayam tapi tiap nah makanya juga problemnya sebenernya baik lagi orang Jakarta sama orang Bandung beda [41:29] ya orang Bandung nih Ji ya, gue udah mapping bubur namanya Heng 88 tahunnya di bawah Pohon nah itu juga salah satunya [41:36] di bawah DPR ya udah banyak lah sebenernya kan itu Heng 88 itu global kan global culture [41:44] lah diperhatikan orang Bandung kan lifestyle banget ya terus nggak yang masif kayak disini tuh udah jam 7 udah was-was-was lah diperhatikan orang [41:51] kan jadi ya harus cepet gitu, kalau di Bandung kagak seluruh orang seluruh orangnya, jual bubur Rp 35.000 nganterinnya segilanya aja di Jakarta lu terapin Rp 35.000 [41:58] ngelanin mobilnya iya karena kantoran iya karena kantoran nah itu problem gue sebenernya untuk memaksimalkan [42:05] tempat ini disitu kira-kira gue bisa nggak sih dapat margin yang sehat untuk nge profit harga maksimal Rp 20.000 tuh sekarang untuk [42:12] bubur oh iya speaking of low money spancy misalnya lo butuh orang kepercayaan, gue udah kenal orang [42:19] namanya kalian Hai ah yang DJJ chicken itu ya Oh ini dia [42:26] cekin yang teater-teater ada pertanyaan [42:33] ya tapi Mas sehari-hari sibuknya berarti lebih ngurus operasional jaga kualitas makanan atau ets gitu-gitu maksudku [42:41] kalau sih kemarin kan velucikan kalau misalnya [42:55] Hai strategi marketing yang diterapin sejauh ini yang karena masih works ya ya udah masih ngeresult Creator itu dengan [43:02] sistem barter itu kalau dulu awal-awal sebenarnya kosan tuh tapi menurut gua belum works banget lah karena [43:10] emang makanya gak usah di add-in lah iya karena gua mikir waktu itu kayak kayaknya gua belum harusnya ngomong sesuatu dah karena [43:17] gua baru, gua belum gua belum kenal siapa-siapa nih gitu kan gua orang baru yang pindah kesini terus gua masih baru lahir [43:24] di bahasanya kayaknya belum waktunya untuk ngomong kayaknya orang lain deh harus pantas ngomong gitu kan akhirnya gua nyari orang yang trust gitu ngomongin [43:31] tempat gua ini gitu makanya akhirnya kayaknya kreator cocok nih gitu kan udah mulai tuh ngerincang, alhamdulillah lebih berhasil sih [43:38] dibanding ads itu lu bisa berapa? [43:41] bisa 200 gopek lah mungkin ya tapi ga, karena gua masuknya ke online ya karena gini [43:48] gitu, kalo dalam sistem marketing tuh hubungan marketing namanya tuh lu mau ngekasih tau ke orang-orang okosan, [43:56] tapi orang-orang mana nih kenal iya makanya jadi lu cuma teriak-teriak tapi gaada yang misalnya lu di pinggir jalan teriak-teriak gue belum [44:06] di level hokben yang orang-orang udah tau gitu kalo levelnya, eh gue mau ada promo nih orang langsung ngantri, karena lo tau, oh [44:13] dia makanan enak bagus tuh, untung lo ngerubah, kalo ngga ngerubah sih boncos kadang [44:21] brand juga salah nah kemarin juga si, apa itu namanya? [44:25] si omar juga nge-fan bastel sama kayak temen gue si sandi itu juga itu juga dia [44:33] nge-ad, konsepnya kan kalo disana gak cuma awareness ya, lo bisa nge-push orang sampe jualan jadi orang misalnya ngeliat pertama, [44:40] terus dia gak jadi, dikejar sampe bener-bener beli kan kalo kayak gitu kan konsepnya bisa, tapi kalo ini kan gak mau iya ya [44:47] paling yang gue, masih konvensional lah gue kalo marketing lah, masih ke reach out creator, masih whatsapp kalo misalnya gue ada menu baru, [44:55] kayak gitu tapi ternyata terbukti tapi reach out creator makan waktu banyak sih lumayan kan satu-satu kan nyarinya [45:02] sama lu nyarinya gimana gitu nyari aja gitu yang di home aja tuh gue cari nih, oh ini cocok nih kayaknya gitu dan gue [45:09] juga nyari yang cocok juga ya maksudnya yang tiba-tiba nggak tiba-tiba harus gue buka, adek gabung nih sama fashion sama beauty ya [45:16] nggak mau lah gue nggak mau lo bener-bener harus orang-orang foodies lah ya berarti gitu kalau nggak pasti gue mikirnya orang pasti lebih ngedengerin gitu dibanding [45:23] sama yang campur aduk kan nanti fokus gitu kalau misalnya gue nanya di luar sedikit deh, [45:31] kalau misalnya ternyata di influencer LGBT, lo gak mau nih? [45:34] tapi gimana caranya? [45:37] iya maksudnya, tapi dia ternyata... [45:40] ini sebenernya masalah juga nih ini makanya gue bahas customer, yang kita gak bisa filter gue [45:48] berapa ngeliat ada indikasi itu, cuman kan kita gak bisa... [45:50] maksudnya lo gak bisa? iya, maksudnya gue juga pengennya gak nerima customer gitu dong pastinya kan tapi kan wall-wallah iya makanya, tapi kan kita masalahnya gak bisa [45:57] nge-file, ini udah pasti ke gini gak ya? [45:59] kan gak bisa nge-claim gitu kan judging juga gak boleh gak boleh, makanya, tapi kan gue risih sama prinsip juga kan iya sama, [46:07] ngerti gimana nih ya, abis itu gue di minum aja kali ya gitu kan, selama gak terstriptis di sini gitu tapi emang [46:14] seharusnya gak boleh di layan ya mas? bukan, ini masalah preferensi kita masing-masing aja iya ini sebenarnya lebih ke prinsip aja, tapi selama gak [46:21] ganggu, gak apa, sebenarnya gak masalah sih ini contoh nih, kayak sikit taro nih, no smoking, no vaping, karena emang dia gak suka tuh di [46:28] tempat ini dia ada merokok sama segala macem sama temen gue juga ada tuh, dia bikin warung soto sorry jar gak boleh, eh pak [46:35] sorry, diselidik, gak boleh ngerokok, gak boleh vaping, kayak gitu tuh kan gak mungkin, di depan gitu kan no [46:42] voting ya, mana di ngaku, mana di ngaku juga ya padahal kayak aku kan Tapi [46:50] sebenarnya, masih nge-reach out kreator kan? [46:53] Yang CMS itu sebenarnya bisa work sih, tinggal nge-posting missionnya dia, apa yang dia dapat. [46:59] Sama ini, tadi pain pointnya dari si Git adalah dia masih mengandalkan yang di-explore atau di-hub aja tuh. [47:06] Kalau misalnya si Git bisa dapat feedback, misalnya buka dashboardnya kita terus ketahuan, ini ada creator [47:14] creator, food gitu yang bisa lo liat kan ini memurangi waktunya dia juga iya iya iya itu meskipun secara [47:21] komersial bisnisnya kayak yang tadi cuma ngasih, eh lo dateng ke tempat gua, barter, itu kan sebenernya [47:28] juga bisnis itu bisa kan, dan bisa dimasukin sebagai missionnya juga kan mas iya kalo kita SAHS, bisa iya karena kan singkit [47:36] tinggal bayar bulanan aja gitu setilanya hmm Kali 20 ribu, lu udah bisa dapet paket yang ini gitu ya Nah [47:44] kalo dihitung per hari kan jatuhnya ya, insya Allah gak berat Soalnya kita ngyasarin maunya UMKM Karena [47:52] kalo misalnya yang gede-gede udah sama vokal, udah sama apa lah ya, udah sama talenta Itu salah satunya kenapa gue milih klasik pinter, ya dia lebih murah Dan [48:00] bisa monthly ya, bisa bulanan, gue masih bulanan soalnya Oh iya, ada yang harus tahunan gitu ya ada [48:08] ada ada mau kau nggak salah tahunan dan di mahasiswa 200.000 itu sih mungkin lebih easy ya [48:15] dipakainya juga lebih 55.000 perbulan-bulan yang [48:24] kayak-kayak yang ada di Indonesia yang paling murah tapi [48:31] itu nggak ada integrit ke krepshoppy itu harusnya sebenarnya dia ada pelakin-pelakin emas dia punya pelakin-pelakinnya [48:38] ada Iya udah selesai lagi waktu itu gua ngeplugin masalah stok tuh dia kalau misalnya gue masukin telur 20 kalau [48:45] misalnya ada menu yang pakai telur itu bakal habis tuh kelihatan gitu ada tapi dia harus nambah lagi di channel plakinnya itu [48:53] 10 ribu kalau ada itu ya tadi sebenernya juga kenapa aku tanya mas masalah stoking mas belinya gimana [49:00] kalau ada ke sistem kayak gitu mas jadi kayak ada inventory, lu menipis nih kita bisa nge nembak ke either segari atau kemana [49:08] jadi mereka bisa ngirim, oh kita kirimin nih lu mau beli gak gitu kayak si super app aja, maksudnya semua ada disitu kan iya iya tapi [49:16] kalau UMKM mas, kalau ngomongin segari atau astro, gak masuk lagi Iya, memang suka kayaknya mas. [49:22] Beter nyari.. Sarahan Tegaparang ya? Iya, better.. [49:24] Nyasarnya ke UMKM juga aja mas. Iya. [49:26] Ke tukang sayur mas, udah. [49:27] Grely aja tuh ke tukang sayur, dan ke sini. [49:30] Misalnya disini kan ada nih, ke tukang sayur Tegaparang. [49:33] Hmm. Udah, paling bisa nggak kira-kira gimana caranya buat ngirim ke sini. [49:38] Iya, ngandungin skin ya. Bagus juga tuh ya, kalau [49:45] kita koneksi ke UMKM. Iya. Rasanya benar gitu, di tempat.. [49:48] di.. [49:50] di Jakarta tuh ada beberapa lokasi tempat ayam yang motong pilihnya tuh khas banget Oh kelihatan [49:57] kau ngambil dari tokang ayam itu si Fortuna ngambil dari dia oh iya iya ya gue ibaratnya [50:04] daripada beli di Fortuna, gue mendingan beli di Agen Ayam langsung lebih murah iya bener itu kalau misalnya satu apps itu punya kontaknya [50:12] si Agen itu, gak lebih enak kalau bisa ada banyak tuh pilihannya karena kan tiap hari ayam beda tuh harganya nah kalau bisa di share lagi tuh misalnya [50:20] harga ayam hari ini lagi sekian kilo, per kilo lagi sekian, itu lebih enak tapi kan gitu, kalau kayak gitu ada satu [50:27] hal yang dipertaruhkan, belum tentu ayam yang misalnya lu udah biasa sama dia nih terus tiba-tiba dia lagi mahal nih, karena mungkin dapat apalah gitu lu pindah, [50:34] lu kan belum tentu juga dapat sama kualitas iya, itu kan balik lagi ke trust kan, tapi kan ada orang yang nyari trust, ada yang nyari harga murah [50:41] iya sih bener jadi setelah dia balikin, lu mau nyari yang mana bener, bener lagi next time Oh [50:49] iya juga ya. [50:52] Wah seru banget. Kalau gitu sih cakep sih sebenarnya. [50:56] Tapi kalau nggak salah kasir pintar tuh ada deh. [50:58] Tapi gue nggak sempet ngulik sih mas. [51:00] Karena emang gue nggak pakai gitu. [51:03] Makanya akhirnya gue ya. [51:05] Gue makainya, yaudah belanjanya gue langsung aja gitu. [51:10] Itu juga pain point. [51:12] Kebayang nggak loh kalau misalnya, let's say nih kita punya bisnis nih kayak kasir pintar. [51:17] terus let's say di awal-awal ya atau enggak kita siapin itu ketika nanti ada UMKM Onboarding ada customer service [51:24] nya yang dateng, customer satisfaction nya yang dia dateng, pasti gitu apa yang nih yang bisa saya [51:31] bantu eh saya gimana sih saya masukin ini nah dia ngebantuin ngejelasin itu [51:39] sekarang soalnya perusahaan app teknologi app itu pasti gitu tuh paketnya dia ada ketika nanti lo udah install, [51:46] ada key count nya yang akan nge follow up at least kalau misalnya sikit gini, kalau misalnya satu kali pertemuan doang nih [51:53] kalau nanti ada masalah, tinggal di whatsapp aja bikin tiket itu juga menarik, [52:00] iya bisa juga tuh kayak Glico nih, Glico kan? [52:04] Glico kan? Glico, Glico, Glico, Glico mana sih? [52:07] oh Glico, gue tawarin kan sama Glico kan, sama selesai Glico mau gak kokosan [52:14] masuk gliko, udah gua nanya dong berapa-berapanya kan freezer dikasih gratis, dipinjemin lah gitu kan, paling [52:21] lu beli produk aja oh ini beli produk jatuhnya? [52:23] beli produk, tapi harga distributor gua ga ada distributor gliko ice mainnya gitu mas, makanya dia kayak nambahin [52:30] additional value nya berarti dikasihin gitu oh baru tau gua salesnya waktu itu ditip barang lu gua pikir iya, si salesnya [52:38] waktu itu, dia dapet ini nya, kata gua belanja gitu kan iya ngerti jadi gua milih beberapa produk yang cocok untuk di sini, abis itu [52:45] udah tuh nah setiap 2 minggu sekali nih, ada orang yang dia bilangnya, kenapa setelah ada yang dikunjung, ada kunjungannya 2 minggu sekali untuk apa [52:52] mas? untuk ngebersihin freezer, dia bilangnya itu apa? [52:54] apaan dari apaan? naikin sales gitu buat dia, mau nambah nggak? [52:59] nanti order lewat dia tuh iya iya, order lewat dia ya pak, apalagi bersih juga, kayak salah satu kali gini-gini doang gitu terus dia ngeliat [53:06] nih stok yang ini udah mulai habis gimana mas? [53:09] sekarang jadi gitu lah, naikin apa namanya ke apa sih namanya, ke follow up pertanyaan dong, kalau kaya gitu harga yang lo [53:16] jual public rate gitu yang sesuai dengan sampah kaya di mana-mana atau sebenernya dikasih suggestion harga cuma gue [53:24] gak ikutin itu, gue naikin karena disini gak ada yang punya beliko jadi gue naikinnya pasur gue tapi dari dia kasih suggestion harga [53:31] kasih, itu sebenernya itu harga untuk supermarket ya atau engga sama warung-warung madura gitu [53:39] iya iya ngerti Tapi nggak bisa gede banget, emang tipis banget ternyata. [53:44] Gue sempet tanya Laras waktu itu kan, ini si FNCG kayak begini emang ya? [53:48] Maksudnya, iya gitu, emang tipis banget. [53:50] Tapi lu ada yang tanya kan? Nggak ada banget. [53:53] Beda, beda. [53:56] Nanya wisata ke Lampung ke mana ya? [53:59] Bapaknya ahli agama. [54:01] Emang iya? Gue nggak tahu. [54:02] Apa sih? Oh iya kayak gitu kan. [54:05] Iya. Barang kecil dia kan disuruh hafal Quran. [54:10] itu dulu kali ya, ada lagi nggak ya? [54:20] gue cuma mau minum mau minum apa? [54:23] mineral water mau lu? [54:24] gue cuma minum mineral water sama oca doang saya ini belum bikin, oca aja am, minta es [54:31] oca am, atuh ini gue matiin ya amroda